Permudah Transaksi IKM, Kemenperin Apresiasi QR-EDC Buatan Anak Bangsa

BANDUNG RAYA

Selasa, 26 November 2019 | 18:58 WIB

Irwina Istiqomah
irw@galamedianews.com

191126185917-permu.jpg


KEMENTERIAN Perindustrian mengapresiasi peluncuran produksi perdana mesin QR-EDC (Quick Response Electronika Data Capture) buatan Indonesia yang diproduksi oleh PT Tata Sarana Mandiri (TSM).

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan, kehadiran mesin QR-EDC sebagai alat transaksi yang diharapkan akan meningkatkan daya saing dan pertumbuhan industri kecil menengah (IKM) di seluruh wiayah di Indonesia.

TSM QR-EDC merupakan mesin EDC pertama di dunia yang memiliki teknologi dual screen yang berguna untuk menampilkan menu aplikasi dan kode QR pembayaran, disertai dengan dua kamera depan untuk memindai kode QR dari pelanggan.

Perangkat ini merupakan hasil rancangan dan pengembangan TSM secara mandiri dengan keterlibatan anak-anak bangsa. Selain itu, TSM juga mengajak perusahaan nasional yaitu PT Hana Master Jaya yang berdomisili di Bandung sebagai partner untuk melakukan produksi.

Dengan tampilan dual screen, tampilan layar dapat dilihat langsung oleh merchant dan pembeli sehingga aktivitas transaksi akan lebih mudah dan praktis.

“Arah pengembangan teknologi yang terdapat di dalam mesin QR-EDC ini berdasarkan analisa mendalam mengenai kebutuhan dan tren dunia pembayaran digital yang akan beranjak dari tunai atau card-based menjadi nontunai atau card-less,” katanya kepada wartawan, Selasa (26/11/2019).

TSM menyematkan teknologi mobile berbasis 4G dengan Chipset Snapdragon yang dikembangkan oleh Qualcomm. QR-EDC buatan TSM ini juga memungkinkan kustomisasi sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga akan memudahkan pelaku usaha maupun masyarakat untuk melakukan transaksi finansial lebih advance dari sebelumnya.

Menurut Gati, kemudahan bertransaksi akan memberikan dampak yang sangat positif bagi para IKM dalam melakukan penjualan produk- produk yang ditawarkan kepada para konsumen.

“Kami mengajak agar teknologi menjadi bagian yang ikut meningkatkan peran IKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional dan dengan adanya teknologi yang dapat mendorong transformasi digital industri menuju revolusi industri 4.0,” tuturnya.

Di tengah masa revolusi industri 4.0 yang merupakan era digitalisasi, lanjut Gati, IKM dan UMKM yang jumlahnya 99 persen dari total jumlah usaha di Indonesia ini harus mendapat stimulasi dan perhatian khusus untuk dapat bersaing dan mengembangkan usahanya.

“Revolusi industri 4.0 merupakan era dimana terjadi konektivitas secara nyata antara manusia, mesin, dan data,” ujarnya.

Meskipun tidak disadari, era ini telah mulai memasuki lini kehidupan masyarakat melalui teknologi-teknologi baru seperti QR-EDC yang sehari-hari digunakan sebagai mesin pembayaran digital yang berbasis teknologi kode QR.

“Teknologi ini diharapkan dapat membantu mendigitalisasi sistem transaksi UMKM di Indonesia dan memberikan peluang untuk mempermudah proses transaksi bagi para IKM di daerah wisata yang sering dikunjungi wisatawan maupun yang berada di wilayah sentra sentra industri kecil,” terangnya.

Gati menyebut, mesin QR-EDC ini telah memperoleh nilai kandungan material dalam negeri di atas 40 persen yang bisa menjadi bukti bahwa Indonesia semakin dekat untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan produk impor.

Bersamaan dengan hal tersebut nantinya nuga diharapkan dapat mengurangi defisit neraca perdagangan yang tentunya sinergi yang berkesinambungan antara pemerintah, industri, dengan masyarakat mutlak diperlukan untuk kesuksesan Indonesia di era industri 4.0.

“Saya juga ingin mengajak seluruh aspek masyarakat, asosiasi, komunitas, lembaga, dan peran swasta untuk bersama-sama berkolaborasi mendukung Indonesia menuju era revolusi industri ke-4 demi masa depan industri Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

CEO PT Tata Sarana Mandiri, Yovita Bellina Lim menambahkan, solusi mesin pembayaran digital tersebut juga memiliki keunggulan lain yaitu memiliki kode QR dinamis, sifat mobile yang telah didukung kapasitas baterai sebesar 5000 MAh, serta harga yang kompetitif dan terjangkau.

Inovasi ini dapat mendukung IKM dengan bobot yang ringan dan telah mendukung penggunaan QRIS sesuai dengan standar Bank Indonesia, EMV QR Code (Europay, Mastercard and Visa) dan contactless yang didukung oleh OS TSM sehingga aman untuk digunakan bertransaksi.

“Karakter unggul yang dimiliki produk tersebut menjadikannya memiliki target pasar yang cukup luas mulai dari UMKM, perbankan, lembaga pemerintah untuk menyalurkan bantuan hingga subsidi, koperasi, dan diharapkan dapat diekspor ke luar negeri,” jelasnya.

Yovita mengharapkan ke depannya mesin QR-EDC dapat menjadi salah satu kebanggaan bersama sebagai hasil dari kemajuan teknologi Indonesia. Harapan ini tidaklah angan-angan semata karena telah sejalan dengan visi dan misi pemerintah untuk menumbuhkan inklusi digital untuk mempersiapkan UMKM Indonesia menuju era industri 4.0.

Editor: Kiki Kurnia

original link: https://www.galamedianews.com/bandung-raya/240254/permudah-transaksi-ikm-kemenperin-apresiasi-qr-edc-buatan-anak-bangsa.html

2 thoughts on “Permudah Transaksi IKM, Kemenperin Apresiasi QR-EDC Buatan Anak Bangsa”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *